MAKALAH PEREKONOMIAN INDONESIA
MENGANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI
INDONESIA SERTA PEMERATAAN NASIB PEMBANGUNAN
Oleh :
Regita Puspa Ningrum
(25217026)
1EB18
PTA 2017/2018
I.
PENDAHULUAN
Pertumbuhan
ekonomi sangat penting bagi setiap Negara sebagaimana untuk memajukan suatu
negaranya. Karena tanpa adanya ekonomi yang kuat maka kualitas hidup serta
pertumbuhan suatu Negara akan menurun dan dapat tertinggal jauh pada Negara maju.
Negara juga harus pintar dalam membentuk strategi untuk meningkatkan
pertumbuhan ekonomi karena, jika kita salah mengambil langkah strategi tersebut
akan berakibat fatal apalagi bagi negara Indonesia dengan jumlah penduduk yang
banyak. Dengan jumlah penduduk yang banyak, dalam meningkatkan perekonomian
negara tersebut juga harus merata. Tetapi, terkadang terlalu fokus dalam meningkatkan
pertumbuhan perekonomian tersebut kulitas hidup masyarakatnya pun belum merata.
Maka dari itu disini akan di analisis apakah pertumbuhan ekonomi Indonesia
membaik serta juga dalam pemerataan masyarakatnya.
II.
PEMBAHASAN
MENGANALISIS DAMPAK PERTUMBUHAN
EKONOMI DENGAN TINGKAT KEMISKINAN.
JAKARTA, KOMPAS.com - Hingga tahun 2017, pertumbuhan ekonomi Indonesia berada
di kisaran 5 persen. Pada tahun ini pun, pertumbuhan ekonomi Indonesia
ditargetkan berada pada kisaran 5,1 hingga 5,4 persen. Kepala ekonom PT Bank
Danamon Indonesia Tbk Anton Hendranata menyebutkan, tren pertumbuhan ekonomi
Indonesia sudah ada perbaikan. Ini terutama berasal dari investasi dan
perdagangan. Anton pun mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa
mencapai kisaran 6-7 persen. Akan tetapi, ada syarat yang harus dipenuhi, yakni
struktur ekonomi Indonesia harus diubah. "Sejak tahun 1960-an perekonomian
kita sangat tergantung konsumsi rumah tangga. Sumbangannya ke pertumbuhan
ekonomi 50-55 persen," kata Anton di kantor pusat Bank Danamon, Rabu
(31/1/2018).
Pada tahun 2011, misalnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia
bisa mencapai 6,2 persen. Pendorong pertumbuhan ekonomi saat itu adalah
konsumsi rumah tangga dan investasi. "Sayangnya ketika konsumsi rumah
tangga cenderung flat dan bahkan agak turun, peranan investasi turun
signifikan. Itu salah satu penyebab pertumbuhan ekonomni Indonesia stuck (bertahan)
di 5 persen selama 5 tahun terakhir," jelas Anton. Agar pertumbuhan
ekonomi Indonesia dapat terakselerasi, maka infrastruktur harus digenjot.
Selain itu, regulasi dan kepastian hukum pun harus diperbaiki. "Kalau itu
tidak improve (membaik), maka potential output Indonesia bisa-bisa hanya di
5-5,5 persen," terang Anton. Oleh sebab itu, imbuh dia, maka struktur
ekonomi Indonesia harus berubah.
Infrastruktur pun harus dibangun secara konsisten. Indonesia
pun perlu belajar dari China dan AS. Kedua negara tersebut mengalami
pertumbuhan ekonomi yang pesat karena infrastruktur. Indonesia, tutur Anton,
memiliki harapan untuk mengalami pertumbuhan di atas 5 persen. Namun demikian,
ini tidak bisa terjadi dalam jangka pendek, melainkan jangka menengah dan panjang
sejalan dengan pembangunan infrastruktur. "Tapi pemerintah juga harus
hati-hati, jangka pendeknya juga harus diperhatikan. Bantu (masyarakat) yang di
bawah supaya daya beli rendah tidak terjadi," ungkap Anton.
Dari informasi yang diatas dapat dilihat dampak pada
pertumbuhan ekonomi Indonesia ialah akan dapat terjadi pada tingkat kemiskinan.
Karena, dengan adanya tujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tersebut
tingkat kemiskinan akan terjadi semakin menguat. Mengapa? Sebabnya ialah
pemerintah memfokuskan untuk membangun infrastruktur guna meningkatkan
pertumbuhan ekonomi Indonesia . Sebelum merencanakan pembangunan infrastruktur,
pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya mengandalkan konsumsi rumah tangga dan
investasi. Maka dari itu, infrastruktur yang akan ditingkatkan tersebut
membutuhkan waktu jangka panjang. Yang akan ditakuti ialah dengan adanya
terlalu memfokuskan pembangunan infrastruktur sehingga, masyarakat yang
seharusnya juga dibantu agar sejaterah kehidupannya jadi terhambat. Seperti
sekarang pembangunan infrastruktur sedang dilakukan dimana – mana. Tetapi, pada
tingkat kemiskinan tersebut semakin meningkat karena dana bantuan yang belum
merata setiap daerah. Mungkin baru dibeberapa daerah saja yang telah dibantu
warga miskin tersebut tapi, tidak semua mendapatkannya. Sangat disanyangkan
jika ingin meningkatkan pertumbuhan
ekonomi tersebut, tingkat kemiskinannya masih ada. Walaupun infrastruktur
tersebut yang mungkin akan berguna untuk di masa yang akan datang tetapi tidak
lupa untuk melakukan pengurangan tingkat kemiskinannya. Karena jika nanti hanya
mengandalkan infrastruktur juga maka bisa saja rata – rata pertumbuhan ekonomi
tersebut menetap dengan daya beli masyarakat yang rendah. Maka dari itu jika
ingin meningkatkan pertumbuhan tersebut jangan sampai dibelakangkan masalah kualitas
kehidupan masyarakat karena itu juga termasuk dalam meningkatkan suatu
perekonomian suatu negara. Jika kualitas kehidupan masyarakat akan menurun maka
akan berpengaruh juga pada pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan berkurangnya
tingkat konsumsi rumah tangga tersebut.
APAKAH
SUDAH ADA PEMERATAAN NASIB PEMBANGUNAN?
Dapat dilihat dari data diatas tersebut, kondisi
pertumbuhan ekonomi Indonesia sedikit demi sedikit membaik tetapi, lagi – lagi dengan
masalah tingat kemiskinan serta pengangguran masih sulit untuk dituntaskan. Di Indonesia
pembangunan sudah semakin sempurna karena agar dapat bersaing dengan negara
lain tersebut. Maka dari itu, disarankan
kepada pemerintah untuk lebih memperbanyak lapangan pekerjaan agar tingkat
pengangguran tersebut berkurang. Dan dengan
adanya pengangguran berkurang tingkat kemiskinan pun sedikit demi sedikit akan
berkurang dengan mengikuti tingkat perubahan tersebut. Di data tersebut juga
tercatat bahwa tingkat pengangguran lebih banyak di perkotaan ini disebabkan
oleh orang-orang yang berasal dari desanya yang ingin mencari pekerjaan dikota
namun tidak mendapatkannya dikarenakan yang kondisinya pun sangat padat
begitupun padat terhadap lowongan pekerjaan. Pemerintah juga harus membatasi
situasi itu agar di perkotaan tidak banyak sekali oleh pengangguran.
III.
PENUTUP
Pertumbuhan ekonomi Indonesia ialah akan dapat terjadi pada
tingkat kemiskinan. Karena, yang hanya terfokuskan oleh pembangunan
infrastruktur yang ada. Yang akan dikhawatirkan ialah tingkat kemiskinan yang
melonjak serta pengangguran pada Indonesia.
Nasib pembangunan juga belum merata terhadap kemiskinan
serta pengangguran, walaupun pertumbuhn pada ekonomi yang membaik. Tetapi juga
disayangkan apabila pertumbuhannya membaik namun kemiskinan serta pengangguran
yang masih terus – terusan melonjak.
DAFTAR PUSTAKA


